Tuesday, February 5, 2019

Mantan Politisi Sayap Kanan Belanda Masuk Islam Setelah Menulis Buku Tentang Islam

Mantan politisi Joram van Klaveren masuk Islam setelah menulis buku tentang Islam.


Seorang mantan politisi sayap kanan Belanda mengumumkan diri masuk Islam pada hari Senin. Menulis buku tentang Islam telah mengubah cara pandang Joram van Klaveren, 39 tahun, tentang Islam dan akhirnya masuk Islam pada bulan Oktober lalu.

Van Klaveren menjadi anggota parlemen Belanda dari partai sayap kanan Partij voor Vrijheid "Partai Untuk Kebebasan" (PVV) pada periode 2010 - 2014. Ia mengundurkan diri dari PVV setelah Ketua PVV Geert Wilders mengeluarkan kata-kata rasis terhadap wara etnis Maroko. Ia mendirikan partai baru tapi gagal memenangkan kursi parlemen pada pemilihan umum 2017. Akhirnya ia mengundurkan diri dari dunia politik.

Van Klaveren mengikuti sepak terjang Arnoud Van Doorn, mantan anggota PVV yang telah masuk Islam sebelumnya.

Van Doorn memuji van Klaveren di status Twitter-nya, seraya mengatakan bahwa ia menyangka akan melihat begitu banyak mualaf dari mantan partainya.

Sumber: YeniSafak

Monday, February 4, 2019

Trump Desak Penarikan Pasukan AS Dari Kancah "Perang Tanpa Akhir" Di Afghanistan dan Suriah

Dalam wawancara TV yang disiarkan Ahad, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan ketetapannya untuk menarik pasukan AS keluar dari kancah "perang tanpa akhir" di Suriah dan Afghanistan. Namun, ia mengatakan bahwa pasukan AS akan tetap berada di Iraq untuk mengawasi Iran.


Dalam argumennya, Trump mengungkit tingginya biaya perang berupa darah dan uang setelah perang bertahun-tahun di Afghanistan.

"Sudah waktunya," kata Trump dalam wawancara TV CBS "Face the Nation". "Kita akan lihat apa yang terjadi dengan Taliban. Mereka ingin damai. Mereka capek. Semua orang capek."

Pada hari Kamis, suara Senat AS mayoritas mendukung vote terhadap langkah yang diusulkan senator Mitch McConnell, ketua Senat dari partai mayoritas Republik (partainya Trump) yang menolak penarikan pasukan AS dari negara-negara itu.

Sebaliknya, Trump sepertinya tidak tergoyahkan oleh langkah partai Republik, menekankan bahwa pemulangan pasukan AS adalah "bagian besar" dari janji dia yang menjadikannya terpilih presiden.

Pejabat AS sedang melakukan pembicaraan dengan Taliban di Qatar tentang kerangka kerja negoisasi damai, yang memberikan harapan terhadap diakhirnya konflik panjang 17 tahun di Afghanistan.

Mengenai Suriah, Trump menyatakan bahwa 2000 pasukan AS yang berada di sana akan dipulangkan "dalam satu waktu" tapi ia mengungkit perlunya AS melindungi Israel "dan hal-hal lain yang kita miliki" sehingga membuatnya menunda waktu penarikan, meskipun ia sebelumnya telah mengumumkan akan segera menarik pasukan AS.

Sumber: TRTWorld

OKI Mendesak Dunia Menjamin Keselamatan Rakyat Palestina


Organisasi Konferensi Islam (OKI) pada hari Sabtu mengutuk keputusan Israel menghentikan kerja Tim Pemantau Internasional di Al-Khalil (Hebron) yang sudah beroperasi di sana selama 20 tahun terakhir.


OKI menyatakan bahwa aksi Israel merupakan bentuk pelanggaran terang-terangan terhadap Konvensi Jenewa dan hukum internasional.

OKI menyerukan kepada masyarakat internasional agar memastikan agar "Temporary International Presence in Hebron (TIPH)" (Kehadiran Internasional Sementara di Hebron) tetap hadir di kota itu untuk menjamin  perlindungan warga Palestina.

OKI juga mendesak dunia agar mengambil langkah untuk mengakhiri berbagai pelanggaran dan penindasan yang terus-terusan dilakukan oleh penduduk Yahudi pendatang maupun pasukan penjajah Israel.

TIPH telah menempatkan relawan pemantau sipil di Hebron sejak tahun 1997. Ratusan penduduk Yahudi garis keras pendatang memaksa tinggal di tengah-tengah perkampungan yang telah dihuni ratusan ribu warga Palestina. Warga Yahudi garis keras pendatang ini bersenjata api dan dilindungi oleh pasukan penjajah Israel.

Setelah keputusan Israel menghentikan kerja tim pemantau TIPH ini, pemerintah Palestina mendesak PBB untuk menempatkan pasukan Pemantau Permanen di wilayah Tepi Barat dan AlQuds (Jerusalem).

Pejabat Palestina Saeb Erekat menyatakan bahwa PBB harus "menjamin keselematan dan perlindungan rakyat Palestina" sampai "diakhirinya penjajahan penuh keganasan oleh Israel."

Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menyatakan tidak akan memperpanjang mandat tim pemantau TIPH, seraya berkata "kami tidak akan mengijinkan kelanjutan tim internasional yang bertentangan dengan kami."

Sumber: ArabNews

Hujan Badai Diprediksi di Mekkah, Najran dan Wilayah Timur Arab Saudi

Badan Meteorologi dan Perlindungan Lingkungan (PME) Arab Saudi memprediksi hujan badai akan turun di daerah Mekkah, Najran dan Wilayah Timur.



PME menghimbau warga di Mekkah untuk berhati-hati terhadap hujan badai yang disertai angin kencang membawa debu di dalam kota maupun di kota-kota sekitarnya seperti Taif, Turba, Al-Khorma, Meysan dan Beni Saad.

Hujan badai juga diprediksi turun di Najran dan Habouna, juga disertai angin kencang membawa debu.

Ramalan cuaca ini diperkirakan mulai berlaku pada pukul 12 tengah hari waktu setempat pada hari Ahad dan berlanjut sampai dengan pukul 1 dinihari Senin.

PME juga menghimbau warga Wilayah Timur untuk berhati-hati terhadap hujan badai dan badai debu yang akan membatasi jangkauan pandangan. Hal ini akan berlaku di daerah Dammam, Dhahran, Baqiq, Ahsa, Qatif dan daerah-daerah di sekitarnya. Kondisi cuaca ini berlaku dari pukul 10 pagi Ahad sampai dengan 5 petang.

Najran juga akan mengalami badai debu yang akan membatasi jangkauan pandangan mulai pukul 7:20 Ahad malam sampai dengan Senin malam.

Di daerah Al-Baha, PME menyatakan hujan badai sedang disertai hujan es serta angin berdebu berpotensi menimbulkan banjir.

Sumber : ArabNews

(Video) Paus Francis Tiba Di Arab Emirat Dalam Kunjungan Bersejarah di Timur Tengah


Momen bersejarah bagi Wilayah Teluk saat pesawat Boeing B777 Maskapai Al Italia dari Roma mendarat di Presidential Airport Abu Dhabi, UAE pukul 10 Ahad malam. Di atas pesawat adalah  Paus Francis, pemimpin tertinggi Katolik pertama dalam sejarah panjang Vatikan yang menginjakkan kaki di satu Negara Teluk.


Melangkahkan kakinya keluar pesawat, Paus Francis disambut oleh Putra Mahkota Abu Dhabi Syeikh Mohammad Bin Zayed Al-Nayhan. Paus kemudian diperkenalkan dengan para menteri Uni Emirat Arab dan Imam Besar Al-Azhar Syeikh Ahmed Al-Tayeb.

Baik Paus Francis maupun Imam Besar Al-Azhar Syeikh Ahmed Al-Tayed keduanya hadir karena undangan resmi Istana Kepresidenan dari Syeikh Mohammad Bin Zayed Al-Nayhan.

"Keimanan menyatukan kita bersama meskipun di tengah-tengah perbedaan. Keimanan juga menjauhkan kita dari permusuhan dan ketidakpedulian," kata Paus Francis.

Sumber: ArabNews

Swedia Protes Kebijakan Tidak Manusiawi Rezim China terhadap Muslim Uyghur

Warga Swedia menggelar demonstrasi di depan Kedutaan Besar China di Stockholm pada hari Ahad, 2 Februari 2019. Mereka menentang praktek pelanggaran hak asasi manusia terhadap warga minoritas Uyghur di Daerah Otonomi Xinjiang yang juga dikenal dengan Turkistan Timur. 
Di tengah udara dingin membeku, sekitar 300 demonstran termasuk diantaranya dari kelompok lembaga swadaya masyarakat meneriakkan slogan dan membentangkan spanduk menuntut agar China menghentikan praktek "kem pendidikan ulang" terhadap ribuan warga Uyghur yang ditangkap dan dipaksa ikut didalamnya.

Ketua Asosiasi Pendidikan Uyghur Swedia Abdullah Kokyar mengatakan bahwa protes ini dilakukan untuk menentang kezaliman China. Aksi ini juga untuk mengenang tragedi Pembantaian Ghulja dimana otoritas China menembaki para demonstran Uyghur yang menuntut kemerdekaan dari China. 

Juru bicara Komunitas Islam Milli Gorus (ICMG) Swedia Huseyin Karaca menyatakan kepada Kantor Berita Anadolu bahwa ICMG mengecam penindasan China terhadap Uyghur dan mendesak negara-negara Muslim dan komunitas internasional untuk melindungi kelompok minoritas.

Pada bulan Agustus lalu, Komite PBB bidang Penghapusan Diskriminasi Ras menyatakan dalam pertemuan di Jenewa bahwa orang-orang Uyghur yang dicurigai memiliki pemahaman politik yang tidak pro-China mereka ditangkapi dan dijebloskan kedalam pusat-pusat pelatihan politik.

Perwakilan PBB menyatakan sedikitnya 3 juta warga Uyghur ditahan tanpa proses hukum. 

Sebelumnya, Pengawas Hak Asasi Manusia (HRW) telah mengumumkan bahwa rezim China melakukan kampanye pelanggaran HAM secara massal dan sistematis terhadap Muslim dari suku-suku minoritas berbahasa Turki di China.

Sumber: YeniSafak

Thursday, February 8, 2018

Turki Ancam "Konsekuensi Serius" Jika Ternyata Misil TOW yang Dipakai PYD/PKK Jatuhkan Pesawat Turki Datang dari NATO

File photo

Ketua Komisi Pertahanan Parlemen Turki mengancam akan ada konsekuensi serius jika ternyata senjata misil TOW yang dipakai kelompok teroris PYD/PKK dalam menyerang pasukan angkatan udara Turki (TAF) di Afrin berasal dari negara NATO. Lima prajurit TAF gugur pekan lalu terkena senjata misil anti-tank TOW.

Presiden Erdogan pada hari Selasa mengecam langkah pemerintah Amerika Serikat terus-menerus mengirimkan pasokan senjata dan amunisi kepada kelompok teroris PYD/PKK di Suriah. Dalam hal ini Turki akan menempuh jalur pengadilan lokal maupun internasional.

Sumber: YeniSafak